Selasa, 12 Juli 2016

Pengertian indikator asam basa dan contoh indikatornya



A.   Pengertian
Menurut Wikipedia, Indikator asam-basa adalah senyawa halokromik yang ditambahkan dalam jumlah kecil ke dalam sampel, umumnya adalah larutan yang akan memberikan warna sesuai dengan kondisi pH larutan tersebut.
Pada temperatur 25° Celsius, nilai pH untuk larutan netral adalah 7,0. Di bawah nilai tersebut larutan dikatakan asam, dan di atas nilai tersebut larutan dikatakan basa.
Kebanyakan senyawa organik yang dihasilkan makhluk hidup mudah melepaskan proton (bersifat sebagai Asam Lewis), umumnya Asam Karboksilat dan Amina, sehingga indikator asam-basa banyak digunakan dalam bidang kimia hayati dan kimia analitik.
Mekanisme perubahan warna oleh indikator adalah reaksi asam-basa, pembentukan kompleks, dan reaksi redoks

B.     Macam-macam indikatornya
Cara yang tepat untuk menentukan sifat asam dan sifat basa dengan menggunakan zat penunjuk yang disebut indikator.
Indikator adalah zat yang dapat digunakan untuk menunjukan sifat suatu zat melalui perubahan warnanya yang khas. 
Indikator dapat berasal dari bahan alami ( indikator bahan alam) dan buatan (Indikator sintetis). Indikator yang biasa digunakan adalah kertas lakmus dan larutan indikator yang keduanya termasuk dalam indikator tunggal, indikator universal, dan pH-meter . Berikut penjelasanya:
1.     Indikator Tunggal
Indikator tunggal hanya dapat membedakan larutan bersifat asam atau basa, tetapi tidak dapat mengetahui harga pH dan pOH. Yang termasuk indikator tunggal adalah lakmus merah, lakmus biru, fenolftlein, metil jingga, metil merah, dan bromtimul biru.
Perubahan warna yang terjadi sebagai berikut
Kertas Lakmus/ Larutan Indikator
Warna dalam larutan
Trayek pH
Asam
Basa
Lakmus Biru
Lakmus Merah
Merah
Merah
Biru
Biru
0-7
7-14
Fenolftalein (PP)
Metil Jingga
Metil Merah
Bromtimul Biru (BB)
Tak berwarna
Merah
Merah
Kuning
Merah muda
Kuning
Kuning
Biru
8,3-10
2,9-4,0
4,2-6,3
6,0-7,6



2.     Indikator Universal

Indikator universal dapat membedakan larutan asam atau basa dengan mengetahui harga pH dari larutan tersebut. Indikator universal dapat dalam bentuk kertas dan cairan.
Cara kerja indikator ini dengan mencocokan perubahan warna kertas indikator pada tabel warna indikator universal.
Warna indikator universal pada berbagai pH sebagai berikut.
pH
Warna Indikator Universal
pH
Warna Indikator universal
1
2
3
4
5
6
7
Merah
Merah lebih muda
Merah muda
Merah jingga
Jingga
Kuning
Hijau
8
9
10
11
12
13
14
Merah
Merah lebih muda
Merah muda
Merah jingga
Jingga
Kuning
Hijau



3.     pH-meter

Merupakan alat yang digunakan untuk mengukur pH larutan denga mencelupkan elektrode ke dalam larutan. pH-meter akan emngukur adanya ion hidrogen yang ditunjukan pada skala pH-meter.
Dengan alat ini kita jadi lebih mudah untuk menentukan sifat asam atau basa suatu larutan.

4.     Indikator Alam

Di alam banyak ditemukan indikator asam basa yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Bagian tumbuhan yang dapat digunakan antara lain mahkota bunga, daun, dan akar. Berikut bahan-bahan alami indikator asam dan basa:
a.     Bunga Sepatu
b.     Hydrangea
c.      Kunyit
d.     Bunga Trompet
e.      Wortel
f.       Kol Merah
g.     Kulit Manggis
h.     Kubis Ungu
Bahan-bahan alami diatas tidak dapat langsung digunakan sebagai indikator, agar dapat digunakan sebagai indikator harus dibuat dalam bentuk larutan dengan cara mengekstraknya.
Kemudian ke dalam larutan indikator alami tersebut ditetesi larutan asam dan basa. Perubahan warna yang terjadi disetiap indikator alami bermacam-macam.



Cukup sekian materi dari saya, semoga sobat matis dapat memahami semua isi materi yang saya sampaikan, jangan lupa share dan kommenya :)) .



Tidak ada komentar:

Posting Komentar